Oregairu Bab 3 Bagian 9

==========================================================
Akhirnya selesai juga Episode 1, eh Bab 3... Selambat-lambatnya penerjemahan ane, biasanya 1 episode anime mungkin cuma makan waktu kira-kira 7 jam, tapi untuk LN ini, untuk sampai selesai di Bab 3 (yang adapatasi anime-nya sampai di Episode 1) bisa makan waktu sampai 7 bulan pengerjaan... Ckckck...
Jadi dengan ini, ane umumkan kalau ane mau hiatus dulu bareng sebentar (gak lama, kok)... Yah, mungkin karena penat, kesibukan di RL, dan bermacam faktor lain...
Betewe, ilustrasi Bab 3 sudah ane tambahkan dan sudah diterjemahkan (silakan lihat di posting-an Jilid 1 Bab 3), terima kasih buat agan Kemslei atas typeset-nya... Dan ane baru ingat kalau pojok komentar blog ini belum ane bebaskan... Jadi sekarang anon bisa ikutan nimbrung komen... (tapi setidaknya, walau anon, pakai tambahkan nama gitu...)
Karena ini post terakhir sebelum ane hiatus... Jadi silakan agan sekalian kasih pendapat (mengenai segala tetek bengek yang ada di blog ini), entah itu pendapat baik atau buruk, pasti ane terima, dan sesegera mungkin akan ane tanggapi... Yah itu bisa termasuk saran, kritik, keluhan maupun keberatan... Tak terkecuali request proyek dan pengajuan diri menjadi staff (Ge'er)...
Siapa tahu dengan adanya pendapat dari agan sekalian, nantinya setelah ane balik dari hiatus, ane bisa kembali dengan pemikiran yang lebih segar, pengerjaan yang lebih rapi, hasil yang lebih baik, dan mungkin dengan membawa proyek LN yang baru...
Apa pun itu, terima kasih bagi agan sekalian yang sudah mengikuti blog ini dari awal...
Akhir kata... (Karena sudah tl;dr)
Selamat Menikmati...
==========================================================


Bab 3 - Berulang Kali, Yui Yuigahama Bersikap Gelisah

Bagian 9


Akhirnya aku mengerti seperti apa inti dari kegiatan Klub Layanan Sosial. Singkatnya, ini adalah klub yang memberi saran serta membantu para murid untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Meski begitu, keberadaan klub ini masih jarang diketahui. Bahkan, aku sendiri sempat tak tahu kalau klub ini ada. Tapi itu bukan berarti kalau aku tak mengenal sekolahku sendiri.

Jika dilihat dari sikap Yuigahama yang seolah tak menyadari keberadaan klub ini sebelumnya, maka harusnya ada orang yang bertindak sebagai perantara dan mengarahkan orang-orang yang membutuhkan saran tersebut agar datang ke tempat ini. Perantara itu pastilah Bu Hiratsuka.

Terkadang, beliau harus mengarahkan murid-murid yang memiliki kesulitan juga masalah supaya datang kemari. Tepatnya ke ruang isolasi ini.

Di dalam ruang karantina ini, yang selalu kulakukan hanyalah membaca buku. Soalnya, meminta nasihat sama artinya seperti membeberkan masalah pribadi. Jika hal itu didiskusikan dengan teman sebaya, yang ada, itu justru jadi penghalang bagi para murid yang berperasaan sensitif.

Semenjak kedatangan Yuigahama yang kemari atas anjuran Bu Hiratsuka, sudah tak pernah lagi ada orang yang datang ke tempat ini. Meski saat ini tak ada pengunjung yang datang, tapi kegiatan klub masih berjalan seperti biasanya. Aku maupun Yukinoshita seolah tak keberatan dengan kesunyian semacam ini, menghabiskan waktu dengan membaca buku begini, rasanya begitu damai.

Itu sebabnya, ketika ada yang mengetuk pintu, suara ketukannya terdengar menggema.

"Yahhalo!" Terdengar sebuah salam konyol dan tak bermutu seiring Yuigahama yang menggeser pintu masuk. Saat kualihkan pandangan dari paha mulusnya yang cuma sedikit tertutupi rok mini itu, mataku sekarang tertuju pada blusnya yang terbuka lebar di bagian dada. Sudah kuduga, ia memang perempuan yang dipenuhi oleh aura bispak.

Yukinoshita berdesah sembari memejamkan matanya. "...mau apa lagi?"

"Hah? Apa aku enggak begitu diterima di sini? ...jangan-jangan, kau... membenciku, ya, Yukinoshita?" Bahu Yuigahama gemetar usai ia mendengar gumaman Yukinoshita.

Yukinoshita menghela napasnya sembari berpikir sejenak. Ia lalu menjawab dengan suara datar. "Aku tak membencimu... hanya saja, kurasa akan merepotkan bila berurusan denganmu..."

"Bagi perempuan, itu sama saja kalau kau membenciku!"

Yah, tampaknya tak ada seorang pun di dunia ini yang ingin dirinya dibenci. Dilihat dari luar, Yuigahama memang terlihat seperti perempuan bispak kebanyakan, tapi melihat tanggapannya tadi, ia malah lebih seperti perempuan biasa pada umumnya.

"Jadi, ada perlu apa kemari?"

"Eng, kau tahu, enggak, kalau belakangan ini aku mulai serius dalam memasak?"

"Tidak tahu. Baru kali ini aku mendengarnya."

"Yah, pokoknya begitu, deh. Aku berterima kasih atas bantuanmu tempo hari. Oh, iya, aku juga sudah membuatkan beberapa kue kering, lo..."

Seketika itu juga wajah Yukinoshita memucat. Jika memikirkan seperti apa kue buatan Yuigahama, hal yang pertama terlintas adalah sekumpulan batu bara hitam pekat yang sempat ia buat sebelumnya.

Bahkan, hanya dengan mengingatnya saja, kerongkongan juga otakku langsung mengering.

"Saat ini aku tak sedang begitu berselera, jadi terima kasih. Kuterima niat tulusmu itu dengan senang hati." Yukinoshita mungkin jadi hilang selera karena ucapan Yuigahama yang menyebutkan kalau ia sudah membuatkan kue kering untuknya. Karena Yukinoshita orang yang baik, makanya ia tak mengatakannya dengan blakblakan.

Tanpa menghiraukan penolakan sopan yang dilakukan Yukinoshita, Yuigahama malah bersenandung seolah tak mendengar sewaktu ia mengeluarkan sebuah kemasan plastik dari dalam tasnya. Jelas terlihat kalau itu adalah kue kering berwarna hitam pekat yang dibungkus dalam kemasan cantik.

"Ternyata terasa menyenangkan sewaktu membuatnya. Kapan-kapan aku mau coba buat bekal makan siang juga, deh! Nah, kalau begitu, kita makan siang bareng yuk, Yukinon."

"Tidak, aku lebih senang kalau makan sendirian, jadi aku menolak... dan tolong jangan memanggilku Yukinon. Terdengar kurang enak di telinga."

"Serius?! Kau enggak merasa kesepian? Yukinon, kau makan siang di mana?"

"Di ruang klub... hei, kau ini tidak mendengarku, ya?"

"Baiklah, karena aku juga enggak punya kegiatan sepulang sekolah, jadi aku akan bantu-bantu di klub ini. Yah, anggap saja ini semacam... balas budi. Jadi jangan terlalu dipikirkan."

"...kau ini memang tidak dengar, ya?" Yukinoshita benar-benar telah hilang terbawa oleh arus pembicaraan Yuigahama. Ia terus menatapku seolah ingin berkata, Lakukan sesuatu padanya!

Memangnya aku bersedia membantunya, apa? Selama ini ucapannya selalu menyakitiku dan ia pun belum membayar Yasai Seikatsu yang kubeli tempo hari... lagi pula, Yuigahama itu kan temannya.

Kalau boleh jujur, sebenarnya Yukinoshita sudah setulus hati mau mengatasi permasalahan Yuigahama, jadi kupikir, itulah alasan yang membuat Yuigahama sampai bersikeras mau membalas budi padanya. Maka dari itu, Yukinoshita sesungguhnya punya hak serta kewajiban untuk menerima pemberiannya.

Rasanya tak sopan kalau aku ikut campur, jadi kututup saja buku bacaanku dan langsung beranjak dari kursi. "Sampai ketemu besok." Kalimat perpisahan itu kugumamkan pelan-pelan agar tak didengar oleh mereka. Setelahnya, aku lalu bersiap pergi.

"Ah, Hikki!"

Saat aku berbalik, benda hitam pekat melayang terbang ke arah wajahku. Dengan spontan kutangkap benda tersebut.

"Karena kau sudah ikut membantu, kurasa aku juga perlu berterima kasih padamu."

Benda hitam pekat itu dicetak dalam bentuk hati. Mencurigakan sekali. Yah, walau mencurigakan, tapi karena ia mau berterima kasih padaku, jadi kuterima saja.

Oh, dan berhenti memanggilku Hikki.


— II —


22 tanggapan:

Pertamax sebelum hilang...
Penutup bab, yang menghangatkan hati...

Lah... Lanjut lagi lah, dia sudah mulai lelah :v

Wah, udah selesai jilid 3 nya :D cepat kembali ya, di tunggu lanjutannya. Kalau bisa tambah proyek baru >,< #plakk

Lanjut, sih...
Tapi istirahat dulu deh...
Fokus ke lain dulu gan, biar ane gak ada kesalahan lagi setelah rilis...
(Loh, ini bahas proyek yang mana sih...?)

Tenang aja gan... Hiatus-nya gak lama kok...
Lagi pula, sudah ada beberapa daftar LN juga yang mau dijadikan proyek baru...
Yang pasti bagus deh...

baru selesai baca, seru juga ternyata.
btw, di bab 3 bagian 5 ada kalimat yg sedikit aneh.
kalimatnya "Kalau melihat Yukinoshita yang dewasa bersanding dengan Yukinoshita yang kekanak-kanakan" kalo dipikir secara logis kayaknya yang kekanak-kanakan itu Yuigahama bukan Yukinoshita.
overall, enak dibaca. ditunggu kelanjutannya ama proyek translasi yang lain.

Wah, iya...
Sori, memang ane salah... (sama-sama pakai 'Yu' sih... Jadi sering ketuker... Hkhkhk...)
Dah dibenarin...
Terima kasih banyak sudah mengingatkan... Kalau yang ada salah lagi beri tahu ane ya gan...
Terima kasih juga atas tanggapannya... Iya nih, mau ambil proyek baru soalnya gan...

Trims Mas ! :)
Update nya kalo boleh tau brapa hari skali mas ?
Kepo :3

Sama-sama gan...
Biasanya tiap minggu ada update, satu atau dua, itu pun kalau gak ada kendala atau urusan yang lebih penting gan...
Tapi untuk sekarang ane masih dalam mode hiatus...
Eng... Mungkin 2 minggu lagi ane balik, atau mungkin bisa lebih cepat...
Ikuti aja fanspagenya gan, setiap posting baru ane beri tahukan di situ, kok...
Betewe, terima kasih sudah membaca blog ane...

Wew seru juga ceritanya gak kalah sama animenya. Di tunggu lanjutannya gan..

Iya gan, LN pemenang penghargaan memang seru ceritanya...
Eng... Mengenai lanjutan proyek Oregairu-nya... Hmm... Ane masih terganjal di sumber skrip sih, gan...
Soalnya di NanoDesu sendiri masih belum ada update...
Makanya sembari menunggu, ane alihkan ke proyek baru lainnya...
Tapi dipastikan proyek lainnya gak kalah seru, kok...
Betewe, terima kasih atas dukungannya...

makasih banyak gan udah di trjemahin LN nya :)
ternyata cerita yang cuma 1 episode di anime bisa jadi 3 bab di LN dan juga cerita aslinya emang
lebih menarik dari animenya
ditunggu updatenya,,,,jadi penasaran sama klanjutanya....
makasih gan

Terima kasih kembali gan...
Iya gan, karena lebih menarik, makanya ane coba terjemahkan...
Untuk kelanjutannya, kalau gak ada halangan, kira-kira bulan depan gan... (sudah dapat kabar dari sumbernya)
Jadi mohon bersabar dulu, ya...

lama ya 1 episode 7 bulan haha
walopun dah tau jalan ceritanya, tetep menarik ngedengerin monolog nya 8man
thx om cucon di tunggu kelanjutan nya.

Makan waktu 7 bulan, soalnya Oregairu ini proyek LN pertama ane gan, jadi harus cari gaya penerjemahan serta gaya penulisan yang tepat, mencari referensi itu ternyata susah, sampai-sampai ane pun ikut beli beberapa bacaan supaya tahu seperti apa gaya penceritaan ala novel di Indonesia...
Betewe, terima kasih juga telah membaca hasil terjemahan ane...
Kelanjutannya, ane usahakan secepatnya bulan depan...

joz gan, lanjutin.
Ngomong2 kenapa agan nggak nerjemahin yang ada di bakatsuki bhs inggris ?
Padahal disitu jilid 7 udah selesai ?

Sebenarnya sih dulu sempat ada niat mau ke arah sana...
Khususnya waktu mau memulai proyek Oregairu ini...
Sempat berpikir juga sih, mau ngelanjutin kronologis cerita setelah di anime-nya...
Tapi pas ane pikir lagi... Ternyata yang ada di anime sama di LN banyak yang beda...
Akhirnya sepakat ane mau garap mulai dari awal...
Soalnya kalau dari awal, ane bisa nentuin banyak hal (sebagai pondasi supaya penerjemahannya konsisten), misal...:
- Gaya penerjemahan...
- Bentuk penulisan cerita...
- Gaya bicara per karakter...
- Istilah dan terminologi yang dipakai...
- De el el...

Disamping itu, walau hampir terkesan mengulang cerita yang ada di anime-nya, tapi isi LN oregairu ini juga punya daya tarik tersendiri kok gan...
Lagi pula, di BT juga sudah ada yang mengerjakan Jilid 7 ke dalam Bahasa Indonesia...

Tapi...
Rencananya juga kalau ane sempat (kalau memang sempat), ane mau buat rangkuman lengkap beserta ulasan mendalam mengenai Jilid 7...
Yah, semoga saja ada waktu dan motivasi...
Hkhkhk...
Terima kasih sebelumnya...

Terus, kapan mau dilanjutkan LN ini?

Menunggu sumber skrip dari NanoDesu rilis gan...
Menurut kabar, bakal lanjut di pertengahan akhir bulan Maret...
Jadi agan sabar saja dulu...
Kalau sudah keluar, segera ane jadikan prioritas utama kok...

Heuh.. Oke, selamat berjuang.

Ronaldi

Maaf sebelumnya, kalau boleh, disetiap pembicaraan yang tidak jelas ditujukan kesiapa, tolong dikasih tau siapa yang berbicara. :3

Wah, agan kalau ngomong ke ane salah sasaran gan...
Dari pengarangnya formatnya udah kayak gitu...
Padahal jelas aja kok gan siapa-siapa yang ngomong...

Posting Komentar