Netoge Jilid 1 Prolog

=========================================================
Proyek kali ini kembali dengan format join bersama fantranslation teman yang dikenal lewat proyek-proyeknya yang bergenre game... Dan kembali pula ane berperan menjadi editornya untuk proyek kerja sama ini... Oke, langsung ke catatan terjemahan saja ya...
Judul prolog, 大後悔時代 (Dai Koukai Jidai) adalah pelesetan dari sebuah MMORPG bertema pelayaran yang berjudul 大航海時代 (Daikoukaijidai), yang secara literal berarti 'era pelayaran akbar', di mana 後悔 (koukai) atau pelayaran di sini diganti menjadi 航海 (koukai) atau penyesalan pada judul prolog...
Untuk sisanya ane memakai pelokalan istilah yang ada di Indonesia...
Seri ini bisa kalian baca lebih cepat satu hari di I-Fun Novel...
Selamat menikmati... 
=========================================================


Prolog - Era Penyesalan Akbar Online


Rusian: Menikahlah denganku!

Nekohime: Me-meong?

Sambil berlutut, pria berambut pirang dengan pedang raksasa di punggungnya mengulurkan tangan ke arah seorang gadis bertelinga kucing.

Adegan yang ditampilkan dalam grafis 3D yang halus itu sungguh khidmat, suci, dan sakral, memiliki keindahan yang bisa ditemukan dalam sebuah karya seni— atau begitulah yang kupikirkan saat itu.

"Akhirnya. Akhirnya aku benar-benar mengatakannya ...."

Sambil melihat obrolan milikku yang terpampang pada layar, kukupelkan erat kedua tanganku yang gemetar.

Ada sebuah game berjudul Legendary Age, disingkat, LA.

Sebuah MMORPG — gim permainan peran multipemain massal daring — yang khusus untuk perangkat komputer — satu di antara banyaknya gim serupa di mana bermacam orang terhubung ke satu dunia maya sekaligus bermain peran di saat yang sama. Baru satu tahun sejak LA dirilis, namun elemen aksi dan grafis manisnya sudah menarik cukup banyak pemain — membuatnya menjadi penantang di ranah gim sejenis.

Setelah memulai pengalaman gim daring-ku lewat gim ini, aku benar-benar terhubung dengan kesenangan unik yang dihadirkan oleh orang-orang sungguhan di sekitarku, dan tidak seperti gim luring di mana hanya memiliki NPC — karakter bukan pemain. Aku terus memainkannya sejak perilisan sampai-sampai muncul di pemikiranku jika tidur itu membuang-buang waktu.

Dan pembaharuan besar datang ke LA untuk merayakan ulang tahun pertamanya.

Fitur utama baru, yakni "Sistem Pernikahan".

Melamar karakter pemain dari gender berbeda dan kita bisa mengadakan upacara pernikahan jika diterima. Dan rupanya pasangan tersebut akan diperlakukan sebagai suami istri setelah menikah, mendapat berbagai bonus seperti bonus statistik ketika sedang bersama dan kemampuan untuk saling mengetahui lokasi masing-masing.

Nekohime: Menikah .... Maksudmu, denganku, meong♪?

Rusian: Ya, terimalah, Nekohime-san!

Di hari pertama sistem itu diterapkan.

Dia merupakan gadis tercantik sekaligus termanis dalam guild tempatku bernaung, ditambah, dia juga perhatian pada rekannya lain. Belum lagi seleranya yang bagus dalam hal mode termasuk kepintarannya. Selain itu, dia cukup hebat sebagai seorang pemain, namun yang terpenting, embel-embel "meong♪" di setiap akhir ucapannya itu benar-benar menjadikannya sosok wanita ideal. Aku pun melamar sang idola guild, baik dalam nama maupun kenyataan — Nekohime-san.

Segera setelah sesi pemeliharaan sistem di hari diadakannya pembaharuan, aku langsung melamar Nekohime-san di tempat, tepat di saat kami kebetulan masuk ke dalam gim secara bersamaan. Sebelum ada orang lain, tanpa adanya saingan di sini. Ini waktu sempurna yang tidak akan pernah datang lagi.

Nekohime: Meong, kenapa aku? Ini bukan lelucon, 'kan, meong? Kamu serius, serius menanyakanku, meong?

Rusian: Aku serius! Aku suka padamu!

"Ayolah, kumohon ...!"

Nekohime-san dan aku akan hidup bahagia selamanya sebagai pasangan jika dia setuju.

Aku bisa bermain game sambil memonopoli cinta dari seorang bidadari yang disayangi oleh semua orang, Nekohime-san— ah, impian yang sangat didambakan.

Lamaran ini mungkin saja ditolak. Tentu saja, aku tidak sepenuhnya percaya diri.

Tapi aku yakin Nekohime-san lebih dekat denganku dibanding orang lain dan aku selalu memikirkan dirinya hingga tidak dapat menahan diri lagi.

Aku tidak akan dendam jika memang nantinya ditolak. Aku telah bertekad. Aku menyatakannya dengan penuh kesiapan terhadap konsekuensinya.

Jadi—

Nekohime: Ah, maaf. Aku seorang pria di duta.

"... hah?"

Mulutku menganga di depan monitor saat kata-kata itu ditampilkan.

Pria .... Seorang pria?

Bidadariku, Nekohime-san?

Eh, apa maksudnya?

Apa itu lelucon?

Oh, begitu, rupanya itu lelucon.

Hahaha, kamu ini seperti imp saja, Nekohime-san.

Rusian: Su-sudahlah, Nekohime-san, leluconmu buruk.

Nekohime: Tidak, ini serius.

Jawaban tersebut menyambutku bersamaan dengan kata-kata yang kuketik dengan jari-jari gemetar — dipenuhi ucapan yang terasa amat dingin hingga tidak mampu kupercaya jika itu berasal dari Nekohime-san.

Nekohime: Maaf, tapi sungguh, aku seorang pria. Yah, pria dewasa. Aku mulai bermain sebagai seorang gadis tanpa ada niat khusus, dan membuatnya terlihat cukup kentara, tapi tidak pernah kusangka akan mendapat lamaran yang serius. Maaf soal itu.

Rusian: Ka-kamu bicara apa ....

Aku mencoba menyangkalnya, tapi tidak ada kata yang terpikirkan sewaktu menerima obrolan dari Nekohime-san yang juga tidak seperti dirinya.

Nekohime: Tidak, sungguh, aku minta maaf, itu jujur.

Rusian: Ka-kamu benar-benar seorang pria?

Nekohime: Ya, pria tulen di duta.

Rusian: Seorang pria dewasa?

Nekohime: Ya, benar, pria dewasa di duta.

"Ti-tidak mungkin ...."

Bahuku terturun bersamaan dengan diriku yang jatuh dalam keputusasaan.

Nekohime-san, seseorang yang kusukai untuk pertama kali, ternyata adalah seorang pria — tepatnya seorang pria dewasa — bagaimana mungkin hal sekonyol itu bisa terjadi?

Tidak, itu mustahil.

Mustahil jika itu sebuah kebenaran. Pasti.

Begitu rupanya. Nekohime-san tidak mau menikah denganku, jadi dia berbohong untuk menolak tanpa harus menyakitiku. Itu mungkin saja bagi gadis sebaik dia—

Nekohime: Lagi pula, bukankah itu sudah sangat jelas? Seorang gadis sungguhan tidak akan pernah memakai embel-embel meong♪, 'kan?

"Wu-wu-Wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"

Teriakku putus asa dibarengi hantaman tanganku pada kibor.

Rusian: Kuawsedrftgyfujiko-p

"Bajingan, keparat, berengsek! Dasar palsu! Beraninya kamu mengkhianatiku?!"

Barangkali karena reaksi dari penekanan tombolku yang acak dan tidak masuk akal, program LA terhenti secara paksa. Tanpa sadar, linangan air mata mengalir seiring kibor yang dihantam berulang kali.

"Sial, sial! Tidak akan, tidak akan lagi ...!"

Beberapa tombolnya terpisah dan melambung ke udara ketika aku menghantam keras kiborku hingga membuat suara bising.

"Tidak akan pernah lagi aku memercayai seorang gadis di dalam gim dariiiiing!"


††† ††† †††


Itu sekitar dua tahun yang lalu.

Aku masih tidak mampu berkata-kata setiap kali memikirkan hal tersebut. Sungguh kenangan yang mengerikan.

Rusian: —dan seperti itulah kejadiannya.

Ako: Sungguh? Rupanya begitu. Ternyata memang ada banyak orang yang seperti itu. Bisa-bisanya ada orang yang mau menjadi karakter perempuan dalam sebuah gim?

Rusian: Saat itu aku masih seorang pemula ....

Simpulku setelah menceritakan kisah panjangku.

Inti pembahasan ini harusnya tersampaikan pada gadis di hadapan— tidak, tepatnya, karakter gadis di depan mataku ini.

Rusian: Dan memang begitulah adanya.

Ako: Baiklah! Dengarkan permintaanku! Menikahlah denganku!

Rusian: Apa kamu tadi mendengarkan ceritaku?!

Ako : Aku justru ingin menikahimu setelah mendengarkannya!

Rusian: Kenapa jadi mengarah ke sana?!

Ako: Lebih jelasnya, kamu akan lebih senang setelah menikahiku!

Rusian: Entah dari mana kepercayaan diri itu, tapi tetap saja, aku bilang tidak!

Ako: Jadi kapan sebaiknya kita menikah? —oh, tentu saja sekarang!

Rusian: Jangan mengabaikanku! Dengar, oi!

Itulah kesimpulan yang terjadi, sebuah kisah tentang aku dan waifu-ku.


0 tanggapan:

Posting Komentar