Otaria Jilid 1 Bab 1

=========================================================
Ini merupakan proyek baru dengan kontributor baru, yaitu agan Master Lich... Selamat datang dan semoga betah, ya, di tempat yang tidak begitu ramai ini... Langsung ke catatan terjemahan saja deh...
Gyaru adalah kata serapan "gal" dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Jepang, gyaru tidak hanya berarti seorang "gadis", tapi secara spesifik adalah seorang gadis muda yang berpakaian bergaya glamor, yang seringkali memakai perlengkapan buatan-pria, seperti wig, kuku palsu, bulu mata palsu, lensa mata berwarna, makeup yang tebal, dan lain-lain...
Tsutaya adalah sebuah perusahaan yang terdiri dari toko-toko penyewaan barang dan toko buku...
Kata tambahan pada 'gyaru' yakni 'sweets ('ngakak)' bersumber pada istilah スイーツ(笑) atau dibaca 'suitsu (emi)' yang merujuk pada seorang gadis yang sangat terpengaruh oleh media massa, seperti majalah, TV, iklah, dan lain-lain, yang ditujukan pada para wanita. (LOL) seringkali ditambahkan, khususnya pada website seperti 2ch, untuk menghilangkan kesan ambigu (pada bagian 'sweets'), dan menambahkan kesan sindiran pada kata yang bersangkutan...
Untuk istilah lain seperti bishoujo, lolicon, otaku, riajuu dan semacamnya, pasti sudah banyak yang paham... Jadi...
Selamat menikmati... 
=========================================================


Bab 1


"Tina akan menyanyikan lagu ini untukmu, Kakak Tersayang. Karena itu, dengarkanlah!"

Pada layar TV, seorang bishoujo dalam wujud 2D mengucapkan kalimat tersebut dengan wajah tersipu. Tidak lama setelahnya, irama lagu yang ringan pun mulai mengalun.

"Oi, ini kapan mulai serunya?"

Karena bosan, bishoujo di sebelahku ini memilin-milin rambutnya dengan jari selagi menonton tayangan di TV dari sudut matanya.

"Kamu sendiri yang bilang mau menontonnya, jadi berhenti memainkan rambut dan fokus ke filmnya! Kalau tidak, kamu akan melewatkan adegan penting!"

Anime yang tayang di TV itu telah berjalan lima belas menit.

"Bagaimana bisa anime yang isinya cuma anak-anak menyanyi dan menari ini punya adegan penting?"

Ucap bishoujo di sampingku ini sambil tertawa dan tetap memainkan rambutnya .... Biarpun begitu, yang barusan adalah sebutan bernada positif yang kusematkan pada dirinya. Dengan bulu mata palsu yang terlihat sangat mahal, riasan yang tebal, rambut bergelombang yang berkilau, dan warna kuku yang mencolok — makhluk betina dari spesies manusia yang dikenal dengan sebutan gyaru sedang berdiri di sana. Penampilannya benar-benar tidak serasi dengan anime idola berubah wujud yang ditujukan bagi kalangan anak perempuan — Lovely Idol Tinker ☆ Tina — yang sekarang sedang tayang pada layar TV.


"Haah~ .... Katamu Suzuki senang sama anime ini, makanya langsung kusewa DVD-nya dari Tsutaya, tapi apa yang membuat Suzuki-kun tertarik sama anime ini, ya?"

"Tonton dulu satu episode sampai selesai, baru kamu boleh bicara begitu."

Kami kini sedang berada di ruang Audio Visual seusai berakhirnya jam pelajaran.

Karena ini satu-satunya tempat kami bisa menonton DVD, aku, Kashiwada Naoki, dan seorang gyaru yang ada di depanku ..., Koigasaki Momo, menonton DVD anime sewaan tanpa izin dari pihak sekolah.

"Ini lima belas menit yang benar-benar membosankan. Hei, bisa kamu jelaskan apa menariknya anime ini? Ringkas dalam setengah menit, ya? Karena kamu seorang otaku, jadi itu bukan hal sulit, 'kan?"

"Aku tidak bisa. Lagi pula aku ini bukan lolicon, jadi aku tidak tahu apanya yang menarik dari anime ini .... Bukankah kamu yang tidak mau sendirian dan memaksaku supaya menonton bareng?!"

"Eh, oi, jadi kamu tuduh kalau Suzuki-kun itu seorang lolicon?! Hentikan sangkaanmu yang bukan-bukan itu!"

"Bukan aku menuduhnya, tapi memang begitu faktanya. Dia itu seorang Loli— hoeehk!"

Terasa dasiku menjerat kuat leherku, yang semakin mencekik karena ditarik dengan kuat.

"Hah?! Kamu bilang apa tadi?!"

Setelah mampu kembali bernapas, bisa kulihat beberapa orang murid tampak melintas dari balik jendela. Ditambah, sepertinya mereka tengah memandangi kami.

"Uhuk! Apa orang-orang memang bisa lewat sini?! Jangan bilang kalau mereka bisa melihat kita menonton anime dari luar sana .... Kalau mereka sampai tahu aku sedang menonton anime saat pulang sekolah, bisa-bisa rahasia otaku-ku bakal terbongkar, 'kan?!"

Mendengarku histeris seperti itu, tiba-tiba Koigasaki menekan tombol stop dan menghentikan tayangan DVD-nya.

"Ah, membosankan sekali. Niat menontonku sudah hilang."

Dia lalu mengeluarkan DVD-nya dari pemutar, lalu memasukkannya kembali ke wadahnya.

Aman ...! Dengan ini, rahasia otaku-ku tetap aman ....

Kalau aku sampai ketahuan, maka segala kesulitan yang telah kulalui untuk menjadi seorang otaku terselubung semenjak masuk ke SMA ini tidak akan ada artinya.

Koigasaki pasti sadar dengan kegelisahanku, dan berhenti menonton demi keselamatanku. Wah, ternyata dia punya sisi baik juga, ya?

Sewaktu aku masih menikmati rasa lega ini,

"Hei, Koigasaki ..., itu apa ...."

Koigasaki lalu mengeluarkan DVD lain dari dalam tasnya.

"Aku juga menyewa ini dari Tsutaya. Kamu dan Suzuki-kun sama-sama suka anime ini, 'kan? Bukankah kamu yang membantuku menanyakan soal ini padanya? Rupanya kamu bisa berguna juga. Harusnya, sih, ini lebih seru daripada yang tadi!"

Mulutku langsung menganga seketika melihat judul pada wadah DVD itu.

"Setop! Jangan anime itu! Maksudku, sebaiknya itu kamu tonton sendiri saja di rumah!"

"Kalau kutonton di rumah, bisa bahaya jika ada keluargaku yang lihat. Jadi itu mustahil."

"Justru lebih bahaya lagi kalau kamu tonton itu di sekolah, tahu?!"

Di penghujung sia-sianya usahaku untuk menghentikannya, anime itu pun mulai tayang di layar TV.

Tepat pada adegan pembuka, sekelompok gadis cantik bermunculan di layar TV.

"A-apa-apaan ini ...."

Koigasaki langsung terdiam membisu saat melihat ke layar.

Anime ini bisa dibilang telah menantang batas dari saluran TV berkonten aman. Sebuah anime larut malam erotis yang membuat tegang. Terlebih, versi DVD adalah edisi yang telah direvisi, yang tingkat erotisnya sampai di tahap ekstrim.

Anime perempuan yang kekanakan tadi justru jauh lebih layak ditonton.

"Apa-apaan ini?! Kamu ini bodoh, ya?! Ternyata otaku itu memang mengerikan! Tidak, bukan itu saja, tapi juga menjijikkan! Bisa menyenangi anime macam ini ..., kalian para otaku benar-benar parah!"

Dengan wajahnya yang merah padam, Koigasaki melemparkan remote control, kotak rias serta kemasan minuman yang ada di tangannya itu ke arahku.

"Aduh! Kamu ini kenapa?! Tunggu, matikan dulu TV-nya, matikan!"

Sambil menahan serangan dari Koigasaki, dengan gelagapan kutekan tombol stop pada remote control, dan menghentikan tayangan anime-nya.

"Dasar, ini benar-benar parah! Aku tidak pernah mau menyewa anime semacam ini ...."

 "Kamu itu yang parah, dasar perempuan panikan! Mustahil kamu bisa menjadi seorang otaku kalau menonton anime saja sudah membuatmu naik darah begini!"

Tiba-tiba emosiku meledak dan melampiaskannya pada Koigasaki.

"Apa ...? Kamu bilang mustahil ...?"

Ekspresi Koigasaki menjadi murung seketika mendengar perkataanku tadi.

"Bersikaplah kooperatif! Bukankah kamu pernah bilang, Aku akan membantumu menjadi seorang riajuu, lalu kamu akan membantuku menjadi otaku agar aku bisa dekat dengan Suzuki-kun? Kita berdua sudah sepakat, 'kan?! Jangan sampai kamu bilang kalau sudah lupa!"

Itu benar, kami memang terikat dalam sebuah perjanjian semacam itu.

Ah, kenapa bisa jadi begini ....

Padahal aku hanya ingin menikmati kehidupan SMA-ku yang damai ....

Dan andai dewi fortuna sedang pihakku, kuharap nantinya bisa mendapatkan pacar yang manis dan bersahaja, lalu menjadi riajuu.

Namun ternyata ..., tidak pernah kubayangkan bahwa kehidupan SMA-ku itu akan diobrak-abrik oleh gyaru sweets ('ngakak) yang kasar ini.

Semuanya dimulai setelah aku bertemu dengan gadis ini, yaitu ketika kehidupan SMA-ku akhirnya menjadi kacau-balau ....


2 tanggapan:

ngga pernah rugi nungguin update.an di sini karena kualitasnya udah bagus banget, pengen rasanya berguru sama admin di sini :D

Terima kasih gan.
Sebenarnya perbanyak aja baca karya tulis ber-Bahasa Indonesia gan, tapi yang resmi dari penerbit (karena sudah melewati proses penyuntingan) entah itu koran, majalah, novel (baik remaja maupun dewasa) bahkan sastra klasik, dari pengalaman membaca itu bisa mengembangkan teknik menulis yang nyaman bagi pembaca.

Posting Komentar