Oregairu Jilid 1 Penutup

==========================================================
Sekapur Sirih dari Penerjemah

Sebelum ane berkata, "Akhirnya tamat juga...!" Mari runut dulu ke belakang...
Di tahun 2013, tepatnya di bulan-bulan awal tahun (persisnya ane lupa), ane memulai sebuah proyek terjemahan LN yang ane anggap "pelarian" dari fansubbing...
Kala itu ane merasa dunia fansub begitu menekan waktu dan pikiran ane yang sebenarnya ingin santai... Memang ada keinginan untuk berhenti, tapi keinginan berbagi hobi ternyata masih bisa mengalahkan... Akhirnya, bertemulah ane dengan sebuah website penyedia bacaan LN di mana semua user bisa berkontribusi dengan terjemahannya, yaitu Baka-Tsuki, yang kebetulan punya ruang khusus untuk terjemahan Bahasa Indonesia...
Beruntung saat itu ane berkenalan dengan dua user Indonesia yang kebetulan juga supervisor di web tersebut, agan Tony Yon dan agan Arczyx... Dari beberapa percakapan dengan mereka, akhirnya ane diberikan ruang untuk berkontribusi dalam proyek penerjemahan LN dalam Bahasa Indonesia, yang sudah kita semua tahu, itu adalah proyek Oregairu... Yang ane ambil sumber skripnya dari NanoDesu Translations...
Ane pun mencoba menerjemahkan dari prolog... Dan ternyata... Susah... Berbeda dengan subbing, penerjemahan LN gak hanya menitikberatkan pada dialog... Monolog maupun narasi porsinya cukup banyak, dan perannya cukup besar...
Walau terasa lebih berat dari yang pernah ane kerjakan, tapi tetap ane lanjutkan... Karena apa... Alasannya cukup sederhana... Karena gak ada tuntutan waktu untuk harus menyelesaikannya, dan jarang ditemui proyek yang terasa kedaluarsa...
Dari proyek LN inilah, ane akhirnya mendalami seni tulisan, gak hanya tata cara penulisan (EYD) maupun kata-kata tepat (KBBI) saja, tapi penyampaian makna dan konteks cerita, serta penyusunan kalimat yang menarik, tanpa sadar ane pelajari...
Pernah dulu ane bagikan hasil terjemahan awal ane ke sebuah forum (niatnya ingin tahu seperti apa pendapat yang membacanya), ternyata lebih banyak respon negatifnya... Intinya, saat itu ane belum tahu seperti apa cara menulis yang baik dan menarik... Karena itu ane perbanyak waktu untuk mencari referensi dengan banyak membaca berbagai macam buku... Dengan kata lain, tanpa sadar wawasan ane pun ikut bertambah... Ternyata membaca itu begitu banyak manfaatnya...
Dan karena alasan itulah, waktu untuk menerjemahkan juga kian menyusut... Bahkan untuk sampai di Bab 3 bisa memakan waktu hampir tujuh bulan...
Lalu mengenai asal-usul blog ini...
Suatu hari ane mengikuti obrolan di chatango di sebuah fansub, yang salah satu proyeknya juga adalah Oregairu... Ya, itu Aiasubs, berkenalanlah ane dengan penerjemahnya, awalnya ane cuma iseng memberi tahu kalau ane punya proyek terjemahan LN Oregairu yang ane pajang di blog pribadi, yang kala itu, tujuan awal sebenarnya untuk backup terjemahan ane di Baka-Tsuki, akhirnya terceploslah ide untuk promosi di Aia, walau niat itu sebenarnya cuma numpang taruh link di chatango... Eh, ternyata, agan Rize membuatkan posting-an khusus di fansub itu...
Gak hanya itu, bahkan teman ane, agan Kemslei, pun ikut mempromosikan blog ini di Zensub...
Mengejutkan, ternyata waktu itu ane banyak dapat sambutan positif dari berbagai komentator, hingga akhirnya, blog ini pun ane seriusi...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan... Dan sekarang, izinkan ane untuk berkata dengan lantang...

*Akhirnya tamat juga...!*

Satu setengah tahun yang cukup berkesan...


Untuk versi PDF, sudah mulai ane susun jadwalnya... Yang pasti, sekarang saatnya penyuntingan menyeluruh dari awal bab... Mungkin bisa makan waktu sampai satu bulan sebelum bisa dinikmati...
Akan ane jadikan PDF dari seri ini layak untuk agan sekalian koleksi...
 

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, ane ucapkan...
Selamat Menikmati...
==========================================================


Sepatah Kata dari Pengarang


Halo, jumpa lagi. Ini Wataru Watari. Bagi yang belum tahu, salam kenal. Ini Wataru Watari.

Mungkin ini sedikit mendadak, namun anggapan masa remaja yang biasanya dikenal oleh dunia pada umumnya itu sebenarnya salah. Itu sepenuhnya kebohongan. Pergi kencan ke Mal Lalaport dengan perempuan manis dalam keadaan masih berseragam, diajak makan siang oleh teman dari sekolah lain yang ikut membawa teman perempuannya... hal-hal semacam itu tidaklah nyata. Hal-hal tadi hanya ada di dunia fiksi.

Apa kalian pernah membaca kisah komedi romantis remaja dan melihat catatan di bagian akhirnya?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, kesamaan tempat, nama juga isi cerita, murni sebuah kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan.

Dengan kata lain, kisah komedi romantis remaja tersebut dipenuhi oleh kebohongan. Semua yang membacanya sudah tertipu.

Masa remaja yang sebenarnya adalah pulang sekolah bersama teman lelaki, berhenti di parkiran Restoran Saizeriya sambil berjongkok hingga malam hari dengan hanya ditemani focaccia plus minumnya. Selama itu yang biasanya dilakukan adalah menjelek-jelekkan teman sekelas dan mengeluh soal sekolah. Itulah gambaran sebenarnya dari masa remaja. Saya bicara dari pengalaman, makanya saya cukup yakin soal itu.

Namun di saat yang sama, saya tak sungguh-sungguh membenci masa remaja yang seperti itu.

Menggebu-gebu sewaktu mencampur soda melon dan jus oranye lalu menamakannya melanye... mengikuti karyawisata dan bermain mahyong bersama tiga orang lainnya di tengah lingkungan yang ganas... bungkam tak bersuara sewaktu melihat perempuan yang disukai sedang bercumbu dengan pacarnya... kini saya jadi memikirkan kembali masa-masa itu dan mengingat-ingat lagi setiap kenangan naif tersebut.

Maaf, yang tadi itu bohong. Saya benci masa remaja macam itu. Saya juga ingin pergi kencan dalam keadaan masih berseragam. Betul, saya masih menginginkannya.

Itulah yang saya rasakan sewaktu menulis buku ini. Saya harap kalian menikmatinya.

Terakhir, saya perlu berterima kasih pada beberapa pihak.

Pertama, manajer saya, Pak Hoshino. Saya bahkan bisa menulis penuh sebuah buku tentang cara beliau membantu orang. Singkat kata, beliau mengawasi segala yang saya lakukan mulai dari tugas yang terkecil hingga yang terbesar. Saya ucapkan terima kasih banyak.

Kemudian Ponkan(8). Setiap kali saya merasa tak bersemangat, ilustrasi Anda yang begitu menggemaskan telah memberi saya kekuatan. Saya benar-benar beruntung telah meminta Anda untuk membantu saya. Terima kasih banyak.

Meski kami tidak saling mengenal, saya ingin berterima kasih pada Yomi Hirasaka atas komentar beliau yang saya pampang di obi buku ini. Di saat saya hampir menyerah karena cemas dan gelisah, kata-kata beliau mampu meneguhkan hati saya. Terima kasih banyak.

Terima kasih buat teman-teman. Setiap kali saya bertemu dengan kalian, yang kalian bahas selalu saja tentang uang! Saya jadi tertekan! Setidaknya bahaslah tentang hidup yang kalian jalani!

Terima kasih pula buat para pembaca. Tepatnya, berkat kalian semua, Wataru Watari sang novelis bisa eksis. Semua perkataan kalian merupakan sumber semangat yang tak ada habisnya bagi saya. Dari lubuk hati yang terdalam, saya ucapkan terima kasih banyak.

Kemudian yang terakhir, terima kasih pada masa lalu SMA saya. Mungkin masa-masa itu sempat dianggap membosankan dan tak ada gunanya, namun karena anggapan itulah novel ini bisa tercipta. Jadi saya bisa membanggakannya. Mungkin masa remaja saya memang salah kaprah, namun di sisi lain itu juga terasa benar. Terima kasih banyak.

Dan seperti inilah ceritanya. Entah bakal berlajut atau tidak, itu tergantung beberapa hal. Namun saya punya keyakinan kalau kita akan bertemu lagi. Jadi, selagi saya memikirkan jalan cerita untuk ke depannya, izinkan saya meletakkan pena pada jilid ini.


Suatu hari di bulan Februari, di suatu tempat di Prefektur Chiba, sembari bernostalgia mengenang masa lalu sambil menyeruput secangkir kopi manis,


Wataru Watari



11 tanggapan:

Terima kasih atas translate-tlanslatenya gan....!!

Sama-sama gan, terima kasih banyak sudah mendukung blog ini...

Maaf ane lupa, kasih penjelasan tambahan...
Obi yang dimaksud di atas adalah secarik kertas yang melingkari sampul buku yang beredar di Jepang... Dinamakan obi (帯) karena terlihat seperti sebuah sabuk...
Contoh gambar seperti ini...:

http://goo.gl/6S2olP

Sumber: https://twilightexpress.wordpress.com

Dan Yomi Hirasaka yang disebut di atas adalah sang pengarang dari seri LN Boku wa Tomodachi ga Sukunai (Haganai)...

Maaf telat penjelasannya...

sayang banget gak lanjut vol2... tapi, terima kasih banyak gan, anda luar biasa...

Maaf dan terima kasih kembali gan...

Abis ini proyek yg dilanjutin apaan gan ?

Kemungkinan besar ane mau menyelesaikan Sayonara Piano Sonata, kebetulan mulai Bab 9 penerjemahnya baru...

Kayaknya rencana mengadakan perekrutan untuk pengurus blog bakal ane adakan dalam waktu dekat...
Semoga saja ketemu yang pas, jadi proyek Sakurasou sama Chu2byou bisa kembali hidup...
Amin...

Rasanya pengen pensi aja... Hkhkhkhk...

ya mudah " an updatenye cepet .. :v

Mantap gan... terima kasih.. atas translate nya,dgn begini saya memahami akhir dari jilid 1 ini.. mungkin saya pembaca yg beruntung tanpa harus menunggu update yg lama.. :D
Jadi tambah semangat menonton anime oregairu season ke-2 nya..
Saya berharap untuk diri sendiri supaya bisa menamat kan LN ini.. saya akan terus mencari lanjutan LN nya.. terima kasih banyak gan.

Saya hanya bilang anda luar biasa gan,makasih atas translatenya meski cuma bisa ampe vol.1.Ane benar2 menikmatix....

Terima kasih atas kesan-kesannya gan, ane juga beruntung, bisa berbagi seri yang ane suka pada orang-orang lain...

Terima kasih kembali gan... Oregairu ini memang seri yang sangat ane niatkan pengerjaannya, syukurlah kalau agan bisa menikmati...

Dan ane pun minta maaf gak bisa melanjutkan proyek ini lagi...

Sebagai rekomendasi, proyek-proyek lain di blog ini juga bagus-bagus, dan sekarang ane fokus di SPS, kalau agan berkenan itu rekomendasi banget dari ane...

Sekali lagi terima kasih kembali sudah berkunjung ke blog ane...

Posting Komentar