Oregairu Bab 6 Bagian 7

==========================================================
Akhirnya selesai juga pertengahan Episode 3, eh, Bab 6...
Bagian ini gak seperti bagian penutup yang lain... Gak ada monolog yang punya kesan kuat seperti bab sebelumnya... Tapi sisi komedinya yang justru cukup kuat...
Kalau kemarin ane berkutat di bidang tata boga untuk referensi Bab 3, pada bab ini, ane mesti bolak-balik cari referensi tentang penjaskes untuk referensi di bagian penutup ini...
Jadi, terlepas dari pengertian macam-macam otot manusia, yang nanti agan bisa cari referensinya sendiri (karena takut tl;dr), akhirnya ane menjelaskan yang benar-benar perlu aja...
Supercompensation adalah masa-masa di mana bagian tubuh yang dilatih setelah berolah raga mempunyai performa lebih baik dari masa sebelumnya... Sumber ada di tautan ini...
Aritmia adalah gangguan seputar kecepatan detak jatung... Sumber ada di tautan ini...
Dan akhirnya ane tahu, kenapa di episode 3, Yui sampai ikut-ikutan push-up, hingga akhirnya ada adegan seperti ini... (terima kasih agan Rize, atas rip picture-nya)
Tuh, 'kan...? Sudah tl:dr...
Selamat Menikmati...
==========================================================


Bab 6 - Akan Tetapi, Saika Totsuka Mau Saja Menurut

Bagian 7


Sesampainya di lapangan tenis, kami melihat Yukinoshita dan Yuigahama telah berdiam di sana.

Yukinoshita masih mengenakan seragam sekolahnya, namun Yuigahama sudah berganti ke seragam olahraganya.

Mungkin mereka barusan makan siang di sini. Soalnya, ketika melihat kami, mereka berdua segera merapikan kotak bekalnya yang mewah itu.

"Baiklah, mari kita mulai."

"Mo-mohon bimbingannya."

Totsuka menghadap ke arah Yukinoshita dan sedikit membungkukkan badan.

"Pertama, kita harus melatih kekuatan otot yang kurang begitu dimiliki Totsuka. Termasuk otot biseps, deltoid, pektoral, abdomen, obliqua, dorsal, dan femoral. Latihan akan kita fokuskan pada push-up dan pembentukan otot... untuk sekarang, berlatihlah sekuat tenaga sampai kalian mau mati."

"Wuaah, Yukinon memang serba tahu... eh, sampai kami mau mati?"

"Benar. Semakin kau merobek otot-ototmu, maka otot-otot tersebut semakin berusaha untuk pulih dengan sendirinya, namun setiap kali pulih, serat-serat otot itu akan menjadi semakin kuat. Inilah yang  orang sebut dengan supercompensation. Dengan kata lain, jika kau memaksakan tubuhmu bekerja hingga di ambang kematian, maka kau akan bisa sekaligus memperkuat diri."

"Yang benar saja, kami ini bukan bangsa Saiya atau sejenisnya..."

"Yah, bukan berarti kau bisa langsung membentuk ototmu secepat itu, tapi hal tersebut bisa berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuhmu."

"Metabolisme tubuh?"

Hampir bisa kulihat tanda tanya di atas kepala Yuigahama. Apa ia benar-benar tidak tahu arti kata itu? Yukinoshita sedikit tercengang. Mungkin karena ia lebih memilih menjelaskan artinya ketimbang menyalahkan orang, makanya ia memberi rangkuman singkat.

"Intinya, itu adalah cara untuk membuat tubuhmu agar lebih cocok berolahraga. Jika metabolisme tubuhmu meningkat, maka akan lebih mudah bagimu dalam membakar kalori. Sederhananya, hal tersebut bisa meningkatkan efisiensi energi pada tubuhmu."

Yuigahama mengangguk mendengar penjelasan itu. Tiba-tiba, matanya berbinar.

"Lebih gampang membakar kalori, berarti... bisa mengurangi berat badan?"

"...bisa jadi begitu. Dengan bernapas ataupun mencerna makanan saja, kau bisa dengan mudah membakar kalori. Bahkan dengan melakukan kegiatan biasa pun, badanmu bisa menjadi kurus."

Mendengar ucapan Yukinoshita tadi membuat mata Yuigahama semakin berbinar. Entah kenapa, tampaknya Yuigahama kini lebih termotivasi dibanding Totsuka. Motivasi Yuigahama tampaknya juga memicu sesuatu di diri Totsuka yang sedang mengepalkan tangannya.

"A-ayo kita coba."

"A-aku juga ikut!"

Totsuka dan Yuigahama lalu menelungkupkan diri dan perlahan mulai melakukan push-up.

"Nngh... khh, fuu, hah..."

"Ooo, khh... nnngh, hahh, hahh, nngh!"

Kudengar suara desah kepayahan dan penderitaan itu. Wajah mereka sudah ditelan oleh kesengsaraan, memaksa mereka sedikit berkeringat, dan memerahpadamkan pipi mereka. Mungkin karena kurusnya lengan Totsuka, hingga dirinya pun kesusahan, namun sesekali ia melihatku dengan tatapan memohon. Ketika ia menengadah ke arahku dari posisi di bawah lantai itu... entah kenapa... aku jadi merasa aneh.

Saat Yuigahama menekukkan lengannya, sekilas bisa kulihat kulitnya yang berkilauan dari balik kerah seragam olahraganya. Gawat. Pandanganku jadi ke mana-mana.

Jantungku berdetak semakin cepat, sampai pada titik di mana ini bisa dianggap sebagai gejala aritmia.

"Hachiman... ini latihan apa? Kok, aku jadi merasa benar-benar damai..."

"Kebetulan sekali. Aku juga merasa begitu."

Selagi kami saling memandang dan bertukar senyum, sebuah suara bernada sinis dari belakangku membuat diriku serasa disiram air yang dingin.

"...bagaimana kalau kalian berdua ikut berlatih supaya pikiran kotor itu bisa hilang?"

Sewaktu aku berbalik, kulihat Yukinoshita sudah menatapku dengan ekspresi menghina. Pikiran kotor itu bisa hilang... apa ia membaca pikiran kami...?

"He-hmm... terdapat sebuah aturan utama dalam sumpah prajurit agar tak meninggalkan latihan. Jadi kurasa aku akan ikut bergabung!"

"Be-betul. Punya kondisi fisik yang buruk itu memang menakutkan. Kau bisa kena diabetes, atau pirai, atau sirosis, atau semacamnya!"

Dengan semangat yang menurun, kami berdua lalu menjatuhkan diri ke tanah dan mulai melakukan push-up. Sewaktu melakukannya, Yukinoshita berjalan mengelilingiku.

"Saat kau melakukannya, rasanya ini seolah seperti cara baru dalam menyembah sesuatu."

Ucap Yukinoshita sambil terkikih.

Kurang ajar, apa yang sudah dikatakannya tadi? Bahkan bagi orang yang cinta damai sepertiku, sesuatu dalam diri ini bisa bangkit kalau mendengar provokasi macam tadi. Eh... apanya yang bangkit, ya? Jika memang ada yang bangkit, kemungkinan besar itu adalah perasaan moe terhadap push-up...

...sebenarnya saat ini kami sedang apa, sih?

Apa mereka tahu ungkapan, Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit? Atau peribahasa, Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing? Intinya, ketika orang-orang berkumpul bersama, mereka akan menjadi lebih kuat dan lebih terlindungi.

Meski begitu, kami sendiri adalah kelompok gagal yang berkumpul bersama untuk melakukan hal yang percuma.

Pada akhirnya, kami pun menghabiskan waktu istirahat makan siang ini dengan berlatih push-up. Dan aku, kuhabiskan malamku dalam penderitaan karena nyeri otot.


— II —


14 tanggapan:

minyak... gan...
ente goooddd ...

Kabar gembira untuk kita semua...
Minggu depan sudah bulan Agustus...

Ada apa di bulan agustus?
apakah bakalan update 2x/minggu,kalo memang iya,thanks banget dah XD

Entah kapan bisa baca bab yang ada Yukinoshita Haruno-nya(Ngarep)

Ada hari kemerdekaan kita gan...
Ya, mungkin ane mau coba hidupkan kembali seri yang sudah lama gak di-update... Soalnya bagus ceritanya... Coba deh agan baca ulang lagi yang Sayonara Piano Sonata...

Buset... Agan senang sama Haruno-neesan, ya...? Betewe, kalau ane perhatikan tabiatnya Komachi masih satu jenis sama Haruno kok... Yah, anggap aja bab kemarin ada Haruno-nya... Hkhkhkhk...

oh iya lupa 17 agustus yah..!
ok nante ane coba....!!

Iya bisa di bilang suka...!
yah memang mereka punya tabiatnya yang sama...!
tapi Haruno itu lebih sesuatu....!!
khahahaha

Gan, lebih baik selesaikan dulu Oregairu! Tanggung, nih! Hanya sisa 2 bab, kan?

Terima kasih sebelumnya...

gan kwo gak pernah update....!

Oke tenang aja gan...
Oregairu ane prioritaskan kok...
Cuma kadang rasanya sayang kalau ngelihat seri lain mentok gak jalan... Tehehe...

Sudah update gan... Hkhkhkhk...
Walau bukan Oregairu... Tapi seru kok...
Oregairu-nya menyusul...

Alhamdulillah Oregairu masih lanjut
Hampir tiap hari bolak-balik blog ini sama B-T

Ane blom baca gan....!
tehe

mn lg gan gk update lagi ??

iya nih PHP

Hiks hiks....!

Iya, sori nunggu lama... Ane habis sakit soalnya...
Sudah ane update tuh...

Posting Komentar