Bokushinu Jilid 1 Penutup

==========================================================
Sekapur Sirih dari Penyunting

Genre supranatural adalah hal yang gak pernah ane berani ane ambil sebelumnya... Yang berarti ane cukup nekat menggarap terjemahan LN ini... Karena baru pertama, ane coba baca baik-baik dari awal hingga akhir... Kembali untuk pertama kalinya, cerita yang dihadirkan begitu dipenuhi bermacam kejutan, mulai dari berganti-gantinya nuansa perasaan di tiap babnya, fakta di balik latar belakang tiap tokohnya, hingga muara terakhir dari penyelesaian konflik yang menjadi klimaks ceritanya... Semua dipenuhi kejutan... Walau kita sudah diberi petunjuk oleh sang pengarang dari penceritaan masa lalu Sakamoto, tetap saja kita akan dikejutkan bagaimana hal tersebut nantinya akan terhubung dengan Hikari... LN ini sendiri cukup lengkap dalam menghadirkan beberapa elemen lainnya seperti romansa, komedi, tragedi maupun misteri... Melalui penokohannya pun, kita diajak untuk menyelami kontradiksi pada watak setiap tokoh-tokohnya... Dan sekali lagi ane bilang, ini pertama kalinya ane bertemu LN yang meski tidak menggunakan tata bahasa yang mewah, tapi bisa membawa kepuasan dari awal hingga akhir...


Terima kasih pada semua pihak yang punya andil dalam pengerjaan terjemahan LN ini, dan dengan berakhirnya jilid ini, maka proyek kerja sama Seh-Terra dengan Sekkinokyou dinyatakan selesai...

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, ane ucapkan...
Selamat Menikmati...
==========================================================


Sepatah Kata dari Pengarang


Saya punya kebiasaan aneh saat sedang menulis novel ataupun mengerjakan tugas. Karena hal ini, saya jadi terlalu banyak menulis ucapan syukur ketimbang perkenalan diri, itu sebabnya saya memohon maaf. Saya bukanlah seseorang yang handal dalam mengatur segala sesuatunya.

Halo. Nama saya Fuji Maru.

Ini adalah debut resmi saya setelah memenangkan Anugerah Emas dari ajang Penghargaan Novel Dengeki Ke-19.

Sekian saja perkenalan diri saya.

Dan sekarang, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembaca karya ini!

Terutama untuk H2SO4-sensei, terima kasih telah memberikan illustrasi yang luar biasa pada karya ini.

Ketika saya sedang kesusahan dalam menyunting naskah, Bapak Editor mengirimkan saya ilustrasi Anda, dan itu terasa bagaikan mengisi bahan bakar pada diri saya, membuat diri saya dipenuhi kekuatan. Berkat ini, saya mampu terus bekerja keras pada karya ini, dan pemilihan waktu yang tepat tersebut sarat akan kasih sayang, layaknya seorang ibu.

Kemudian, saya harus berterima pada Bapak Editor yang bertugas. Terima kasih atas bimbingan Anda.

Jujur, saya sungguh tidak begitu memiliki keyakinan apakah saya mampu memenuhi harapan Anda. Namun yang terpenting, saya berhasil menulis sejumlah adegan, khususnya adegan singkat hingga sekitar dua kali sewaktu menyunting naskah, sesuai keinginan Anda. Saya merasa Anda akan senang karena hal ini. Ketika kita membahas mengenai adegan yang tidak berhubungan dengan cerita, Anda tiba-tiba berseru, "Yukiko adalah nama yang sangat bagus!" dan saya hanya membalas "Di waktu seperti ini?! Ini pemilihan waktu yang kurang tepat bagi seorang kakak lelaki untuk mencurahkan kasih sayang pada adik perempuannya."

Selain itu, saya pun ingin berterima kasih kepada para juri dari ajang Penghargaan Novel Dengeki. Saya sangat-sangat berterima kasih atas penghargaan ini.

Ini menjadi sebuah kabar yang membahagiakan bagi saya, membuat sebuah dorongan pada kehidupan lajang yang saya jalani, karena itu saya merasakan adanya sebuah harapan di masa depan. Saya jadi merasa bersalah karena menggunakannya sebagai lelucon tiga bagian, tapi ini benar-benar pemilihan waktu yang bagaikan mukjizat, benar-benar mukjizat. Saya tidak pernah mengira akan bertemu dengan kuasa Tuhan di dunia ini. Tolong izinkan hamba untuk terus memuja engkau dalam hati saya.  

Terakhir, meski ini terasa sungguh tidak dapat dipercaya, saya ingin setulus hati berterima kasih pada Aoyama Sagu-sensei atas kata pengantarnya. Saya sangat senang karena Anda melakukannya meski sedang di tengah kesibukan.

Saya masih belum sempat membaca kata pengantar Anda ketika menulis kata penutup ini, namun saya amat percaya bahwa itu akan luar biasa mengingat betapa matangnya karya Anda. Saya begitu menantikannya.

Saya akan terus berusaha keras dengan dukungan dari ibu saya, kakak saya serta Tuhan yang selalu mengiringi langkah saya. Dan dengan ini, saya sampaikan salam perpisahan.

Fuji Maru



0 tanggapan:

Posting Komentar